Minggu, 16 Agustus 2015

KEBIASAAN




Pembeda antara orang sukses dan orang gagal adalah “KEBIASAN”, orang sukses memiliki “KEBIASAN” yang baik orang gagal memeliki “KEBIASAN”  yang buruk,  orang sukses adalah dia yang mengendalikan “KEBIASANNYA” dan orang gagal adalah yang dikendalikan “KEBIASANNYA”.
Kita dapat lihat orang-orang besar didunia ini seperti Imam Syafi’i yang mampu menghafal Al-Qur’an 30 Juz pada usia  sebelum genap 7 tahun, hafal kitab Al-muwathta’a ketika berusia 12 tahun dan banyak lagi hafalan beliau tentang nasab, sejarah, dan syar’i – syar’i arab yang beliau kuasai. Lalu ada Ath thabari seorang sejarawan yang menulis 40 lembar setiap hari sepanjang hidupnya. Dalam bidang militer kita dapat melihat PEDANG ALLAH yaitu Khalid bin Walid yang memprokpandakan persia dan romawi dalam beberapa tahun saja. Keahlian-keahlian yang mereka miliki ini bukanlah sebuah takdir dari allah melainkan sebuah pilihan yang mereka latih dan biasakan sehingga jadilah keahlian mereka.
Yang ingin saya sampaikan disini adalah “KEBIASAAN” adalah sebuah kekuatan besar yang mampu membantu anda melalui kerasnya kehidupan ini, survive didalamnya dan tak hanya itu andapun akan menjadi orang-orang yang berhasil seperti orang-orang yang sudah saya paparkan diatas. Namun disisi lain “KEBIASAAN” dapat MEMBINASAKAN anda, seperti “KEBIASAAN menunda, “KEBIASAAN” anda malas belajar, “KEBIASAAN” anda malas membaca buku, “KEBIASAAN” anda malas mengaji “KEBIASAAN” anda suka tidur, “KEBIASAAN” anda boros, “KEBIASAAN” anda selalu mengikuti kata hati tanpa adanya analisa pemikiran lebih mendalam, itu semua hanya akan membuat anda menjadi gagal.
“KEBIASAAN” bagaikan pisau yang dapat membunuh sesorang tetapi juga dapat digunakan untuk memasak dan memotong kue tergantung siapa yang menggunakannya. Jadi, gunakanlah “KEBIASAAN” ini sebagai alat menuju keberhasilan anda, mencapai apa yang anda inginkan intinya “KONTROL KEBIASAAN ANDA” jangan anda “DIKONTROL KEBIASAAN”.
Oke sekarang anda sudah tahu betapa pentingnya membangun sebuah “KEBIASAAN” serta menghapus “KEBIASAAN” buruk. Untuk menghapus kebiasaan buruk 1 hal yang harus kita waspadai yaitu GODAAN SETAN, ya inilah hal yang paling mendasar dalam menghapus kebiasaan buruk. Berikut adalah GODAAN SETAN yang sering kali mengembalikan kita pada “KEBIASAAN” buruk teknik  nomor wahid SETAN dalam menggangu kita adalah sebagai berikut :
  1. Kata #Mendingan. 
  2. Kata #Dari pada
Dengan Kata #Mendingan ini SETAN berharap kita membandingkan kesalahan yang kita buat dengan kesalahan yang lebih buruk dari itu, mereka berharap kita menganggap enteng perilaku menyimpang itu dan kita dengan mudah melupakannya dan mengulanginya lagi. Lalu biasanya ditambahi lagi dengan frase #ini yang terakhir ingatlah ketika anda bermaksiat dengan berangagapan bahwa ini adalah yang terkahir sesunggguhnya itu bukanlah yang terahir. Alhasil kebiasaan buruk anda muncul kembali dan kebiasaa baik andapun runtuh. Sehingga keras terhadap diri sendiri sangat diperlukan untuk menolak kebiasaan buruk dan membentuk kebiasaan baik.

Berikut adalah cara-cara untuk membentuk kebiasaan baik :
  1. “Frist is the hardest“ ya perlu kita ingat yang pertama adalah yang paling sulit maka perlu alokasi kekuatan fikiran, fisik, dan mental yang penuh untuk memulainya, namun setelah yang pertama terlewati maka setelah itu jalan akan lebih mudah. 
  2.  Mulailah dari hal-hal kecil (membantu orang tua, membaca al-qur’an, solat duha).
  3. Tarulah kebiasaan baru anda setelah kebiasaan wajib anda sehari –hari misal saya akan membaca al-qur’an setiap selesai shalat. 
  4.   Pengulangan itulah hal yang terpenting semakin anda konsisten melakukannya maka akan semakain mudah bagi anda dan anda akan menjadi mahir.
  5. “Istiqomah” konsisten terus menjalaninya jangan goyah.

1 hal yang paling mendasar dalam membentuk “KEBIASAAN” adalah  lingkungan, kemampuan Imam Syafi’i yang telah saya sebutkan diatas  ternyata besar pengaruh dari lingkungan beliau.  Ibu beliau adalah seorang Qari’ yang dalam seminggu dapat mengkhatamkan Al-Qur’an sebanyak 2 kali dan memang di daerah tempat tinggal imam syafi’i banyak sekali anak-anak yang hafal Al-Qur’an jadi lingkungan sangat berpengaruh pada kebiasaan kita, namun perlu diingat jangan anda menyalahkan lingkungan anda yang buruk sehingga mengkambing hitamkannya sebagai penyabab kebiasaan anda yang buruk. Karena ada juga orang yang jahat hidup dari lingkungan yang baik.
Mudah-mudahan allah memberikan dan menunjukkan kita lingkungan yang baik untuk membentuk “KEBIASAAN”  baik pada diri kita.
Dalam buku ini banyak sekali tentang  “KEBIASAAN” yang dapat anda perloeh sperti membentuk, mengontrol, menjadikan “KEBIASAAN” sebagai kendaraan sukses anda, dan hal-hal yang dapat mengahancurkan “KEBIASAAN”. Semoga buku ini bermanfaat dan berkah bagi kita semua. Amiin.