Kamis, 16 Juli 2015

KECERDASAN EMOSIONAL



Banyak sekali orang yang beranggapan bahwa IQ yang tinggi akan menentukan kesuksesan kehidupan seseorang, Daniel Goleman dalam bukunya memberikan kita pembelajaran bagaimana orang yang ber IQ tinggi gagal dan orang yang ber IQ  rendah sukses. Mengapa bisa demikian.? “Kecerdasan Emosional”  itulah jawabannya.

Kecerdasn Emotional meliputi kontrol diri, empati, semangat, ketekunan, motivasi diri, serta kecakapan sosial. Sering kita berjumpa orang yang begitu pintar tetapi menyebalkan hal ini disebabkan kurangnya kecerdasan emosional yang dia miliki. Pada buku “EMOTIONAL INTELLIGENCE” dipaparkan sebuah penelitian untuk mengetahahui  kecerdasan emosional yang dimiliki anak – anak. Pada sebuah ruangan dikatakan kepada setiap anak bahwa dia dapat engambil marshmellow yang ada dimeja jika dia mau tetapi dia akan mendapat 1 marshmellow lagi jika dia mau menunggu sang peneliti kembali. Beberapa anak ada yang tergoda langsung mengambil marshmellow ada pula yang menahan dirinya sampai tiba sang peniliti agar mendapat 1 marshmellow lagi. Setelah kejadiaan tersebut maka diamati anak-anak yang bisa menahan dirinya dan tidak bisa menahan dirinya sampai mereka bekerja dan ternyata mereka yang mampu menahan dirinya memiliki kehidupan yang lebih baik.
Diceritakan bahwa di Amerika jumlah kriminalitas remaja meningkat, angka melahirkan dibawah umur atau diluar nikah meningkat, angka pembunuhan juga meningkat. Para ahli berkesimpulan bahwa sudah hilangnya kecerdasan emosional dimasyarakat kita yang menyebabkan semua hal ini terjadi. Orang – orang sudah tidak lagi berempati pada sesama, orang tua sudah tidak lagi mengajarkan nilai-nilai luhur seperti bertanggungg jawab, toleransi, empati, bersabar sehingga anak – anak mereka menjadi brutal, bahkan mungkin orang tua merekapun tidak memiliki nilai –nilai luhur tersebut.
Pada akhirnya para akademisi dan pemerintah membuat program mata pelajaran disekolah – sekolah yang dapat mengajarkan para murid untuk memahami dan mempunyai kemampuan bertanggung jawab, berempati, bersabar, menghormati sesama dan cakap berinterkasi dan menahan diri. Pada awalnya guru-guru disekolah enggan melaksanakannya banyak yang menolak tawaran untuk mengajarkan mata pelajaran tersebut. Tetapi setelah dijalani oleh sebagian guru yang menjalaninya, mereka merasakan kepuasan batin yang sungguh luar biasa, mereka bahagia karena dapat mengajarkan nilai-nilai luhur tersebut kepada anak-anak murid mereka membuat para guru yang lain pun tertarik untuk mengajar pelajaran itu.
Lantas setelah program ini terus berjalan angka kriminalitas remaja menurun, angka melahirkan dibawah umur atau diluar nikah menurun, angka pembunuhan juga menurun. Pada buku Daniel Goleman ini akan dijelaskan mengenai lebih meyeluruh mengenai “KECERDASAN EMOSIONAL” cara mempalajarinya, cara penerapannya, kerugiannya jika kita “BUTA KECERDASAN EMOSIONAL” semoga dengan mempelajarinya kita dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari menjadikan kita lebih sukes dan bahagia. :)
Oh ya buku ini juga mengejarkan bagaimana mengelola emosi dalam berumah tangga, mudah-mudahan rumah anda bisa menjadi tentrem dan adem.hehehe