Kamis, 16 Juli 2015

FIQIH PRIORITAS



Pada saat ini kita sedang keliru dalam menempatkan prioritas – prioritas dalam hidup kita. Dalam buku fiqih prioritas ini anda akan mendapatkan pelajaran mengenai fiqih urutan pekerjaan (fiqh maratib al-a’mal). Yang dimaksud dengan istilah tersebut adalah menempatkan segela sesuatu pada peringkatnya dengan adil dari segi hukum, nilai, dan pelaksanaanya. Sehingga sesuatu yang tidak penting, tidak didahulukan atas sesuatu yang lebih penting. Sesuatu yang penting tidak didahulukan atas sesuatu yang lebih penting. Sesuatu yang tidak kuat tidak didahulukan atas sesuatu yang kuat, Sesuatu yang biasa – biasa saja tidak didahulukan atas sesuatu yang utama atau paling utama.

Bila kita memperhatikan kehidupan kita dari berbagai sisinya baik dari segi pemikiran, sosial, ekonomi, politik kita akan menemukan bahwa timbangan pada masyarakat sudah tidak seimbang lagi. Kita akan menemukan bahkan hampir disetiap negara perkara – perkara yang berkenaan dengan dunia seni dan hiburan senantiasa diprioritaskan dan didahulukan atas persoalan yang menyangkut ilmu pengetahuan dan pendidikan. Anak – anak muda sibuk mengolah raga dan fikiran mereka, lalai dalam mengolah jiwa/ruhiyah mereka.
Kita melihat bahwa banyak orang muslim yang pergi haji untuk ke 2, 3, 4, atau 5 kalinya. Padahal disatu sisi banyak orang miskin yang butuh makanan dan pekerjaan.  Jika dana yang digunakan untuk berangkat haji tersebut dipergunakan untuk membangun perekonomian masyarakat tentulah itu lebih bermanfaat. Terlihat pula sikap empati terhadap sesama, dan kita memang di ajarkan untuk memprioritaskan kebaikan masyarakat/sosial ketimbang individual hal ini dapat anda lihat dalam buku “Fiqih Prioritas” ini.
Masyarakat disibukkan dengan aktivitas – aktivitas olah raga dan/atau olah fikiran sedang olah jiwa (ruhiyah) tidak. Maka timbullah orang – orang dengan badan kuat yang bengis, orang pintar yang licik dan pandai berbohong. Tidak dipungkiri lagi bahwa eksistensi manusia dimuka bumi ini adalah karena adanya jiwa/ruh. Maka seharusnya sisi jiwa/ruh inilah yang harus diutamakan, dibina dan dikembangkan.
Umat islam saat ini dipecah belahkan oleh hal –hal yang furu’iyah, furu’iyah berarti perbedaan. Perbedaan dalam hal cara pandan,tata cara ibadah atau hal lainnya, hal ini terjadi semenjak zaman rasullullah, namun hal ini dapat diatasi oleh rasulullah karena semua selalu berpedoman pada fatwa rasul. Namun ketika rasullullah wafat hal furu’iyah ini menjadi yang memecah belah umat islam. Padahal yang terpenting adalah bagaimana umat islam ini bisa bersatu.
Semoga allah menyatukan umat islam pada saat ini.
“Sesunguhnya potensi umat islam sangat besar dan memadai, baik dari segi sumber daya alam, manusia, ekonomi, pemikirian, budaya, politik, moral maupun fisik. Hanya saja, diantara persoalan yang dihadapinya masih sangat sering terjadi disalokasi potensi akibat tidak adanya pemahaman mengenai prioritas amal perbuatan.  Mana yang harus didahulukan, dan mana yang harus diakhirkan. Mana yang harus dipentingkan dan mana yang harus dikesampingkan. Dr. Yusuf Qardhawi dalam bukunya yang sangat penting ini membantu kita bagaimana merumuskan persoalan seputar prioritas amal perbuatan ini, baik yang menyangkut pemikiran, ekonomi, budaya sosial, kejiwaan, dakwah, tarbiyah, jihad, ibadah, ataupun amal individual. Oleh karena itu, setiap muslim, khususnya mereka yang aktif terlibat menggelindingkan roda organisasi keislaman, selayaknya membaca gagasan Dr. Yusuf Qardhawi yang tertuang dalam buku ini”. Begitulah sinopsis pada buku Fiqih Prioritas.
Dari sinopsis diatas dapat kita ketahui bahwa potensi umat ini sangatlah besar, kita punya al-qur’an dan sunnah rasul dua warisan yang sangat dahsyat terdapat segala apa yang dibutuhkan dalam hidup ini. Tetapu kita sudah lalai dan meninggalkannya. Kita disibukkan leh persoalan – persoalan yang tidak penting. Bagaimana solat yang seharusnya, wudhu, solat terawih berapa rakaat, penentuan awal dan akhir bulan ramadhan.  Energi kita dihabiskan untuk hal – hal demikan padahal disatu sisi orang – orang dibarat sana sedang berfikir bagaimana pergi kebulan, membuat senjata tempur terkuat sedunia, membangun perekonomian dunia ini.  Bagaiamana dengan kita.? Begitu kecilkah kita.??
Semoga buku ini dapat membantu anda dalam menentukan prioritas – prioritas dalam hidup anda, membesarkan fikiran dan jiwa anda karena mampu memahami dan memprioritaskan hal – hal yang besar dalam hidup ini.