Laki - Laki Juga Rapuh
Kadang lelaki terlihat kuat, tenang, dan “nggak banyak ngomong”. Tapi seperti mesin yang kelihatan mulus dari luar, ada suara-suara kecil di dalamnya yang nggak pernah benar-benar ia ceritakan. Lelaki sering menyimpan hal-hal yang bahkan dia sendiri nggak tahu cara mengucapkannya. Namun kalau kamu memperhatikan, ada tanda-tanda kecil yang sebenarnya sudah berbicara lebih jujur dari kata-kata.
1. Saat dia diem terlalu lama.
Itu bukan dia cuek. Sama seperti panci mendidih yang ditutup rapat, dia sedang menahan diri agar tidak meledak. Diamnya itu bentuk pengendalian, bukan ketidakpedulian.
2. Saat dia banyak bercandanya.
Terkadang humor adalah selimut. Lelaki sering memakai tawa untuk nutupin capek dan tekanan dalam dirinya sendiri ibarat lampu kamar redup yang bikin ruangan tampak baik-baik saja.
3. Saat dia menceritakan masa lalunya.
Itu artinya dia percaya kamu bisa memegang cerita yang pernah membuatnya rapuh. Lelaki hanya membuka buku lamanya kepada orang yang ia yakini tidak akan merobek halamannya.
4. Saat dia tiba-tiba jadi pendiam.
Bukan karena berubah. Tapi karena ada rasa sakit yang sedang ia tahan biar tidak menular ke orang yang dia sayangi. Pendiamnya itu seperti langit mendung sebelum hujan ada berat yang ia simpan sendirian.
5. Kalau dia menatapmu terus.
Itu karena kamu adalah tempat aman baginya. Tatapannya bukan sekadar melihat, tapi memastikan bahwa kamu benar-benar ada.
Lelaki bukan batu. Mereka cuma jarang punya ruang untuk mengakui bahwa mereka juga lelah, rapuh, dan butuh dimengerti. Dan kita semua, siapa pun itu, hanya ingin satu hal: diterima tanpa harus selalu terlihat kuat.
---
Save & Follow Doni M
Komentar
Posting Komentar