Postingan

KEBIASAAN

Gambar
Pembeda antara orang sukses dan orang gagal adalah “KEBIASAN”, orang sukses memiliki “KEBIASAN” yang baik orang gagal memeliki “KEBIASAN”   yang buruk,   orang sukses adalah dia yang mengendalikan “KEBIASANNYA” dan orang gagal adalah yang dikendalikan “KEBIASANNYA”.

Bebas Dari Kemelekatan

 RAHASIA BEBAS DARI KEMELEKATAN 1. Berusahalah untuk menerima segala apapun yang datang di kehidupanmu, baik itu kekecewaan, amarah sedih, rasa senang, bahkan kebahagiaan. 2. Sadari bahwa setiap emosi dan peristiwa hanyalah bagian dari perjalanan hidupmu, seperti awan yang datang dan pergi di langit. Tidak ada yang abadi termasuk rasa sakit. 3. Sebaiknya tidak terlalu menggenggam apa yang seharusnya di lepaskan. Kebahagiaan sejati tidak ditemukan dalam memiliki, tetapi dalam melepaskan. 4. Latih dirimu untuk fokus pada saat ini. Biarkan pikiran mu tidak terjebak dimasa lalu yang sudah berlalu dan masa depan yang belum terjadi. Hidup hanya ada di detik ini. 5. Bersyukur atas semua pengalaman, baik yang indah maupun yang menyakitkan, karena semua adalah guru yang membantumu tumbuh lebih bijaksana dan lebih kuat. 6. Dengan menerima, melepaskan dan mensyukuri, kamu akan menemukan kebebasan sejati dalam dirimu sendiri. Hati yang ringan akan membuka jalan menuju kedamaian. " Semua Adala...

Merangkul Dengan Cahaya Iman

 Merangkul Dengan Cahaya Iman Di tengah dunia yang dihuni miliaran manusia dengan nasib, perjuangan, dan keterbatasan berbeda, iman mengajarkan kita untuk bersikap lapang, tidak tergesa menghakimi, serta mendahulukan kasih sayang. Narasi ini mengajak merenungi tuntunan Al-Qur’an dan hadis agar edukasi menjadi jalan merangkul, bukan memukul, serta menjadikan perbedaan sebagai ladang pahala dan amal kebajikan. Manusia hidup di bumi dengan latar yang sangat beragam. Ada yang disibukkan oleh ilmu dan wacana, ada pula yang seluruh tenaganya habis untuk sekadar bertahan hidup. Al-Qur’an sejak awal telah menegaskan keragaman ini sebagai sunnatullah, bukan alasan untuk saling merendahkan. Allah Ta’ala berfirman: وَيَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ “Wahai manusia, sungguh Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, lalu Kami jadikan kamu be...

Waktu Muda Dan Tua

 Yang Layak Dibanggakan Dalam Hidup Manusia kerap terpesona pada apa yang tampak kuat, indah, dan memikat di permukaan. Tubuh sehat, wajah rupawan, dan tenaga yang berlimpah sering dijadikan alasan untuk merasa lebih tinggi dari yang lain. Namun waktu selalu berjalan lurus ke depan. Ia mengikis kebanggaan palsu, menyisakan pertanyaan hakiki: apa yang sungguh bernilai dan layak dibanggakan di hadapan Allah? Kakek atau nenek yang kita jumpai hari ini pernah berdiri di titik yang sama dengan kita. Mereka pernah merasakan tubuh yang tegap, langkah yang ringan, dan usia yang terasa panjang. Masa muda memberi ilusi keabadian, seakan kekuatan dan kecantikan adalah milik selamanya. Namun waktu tidak pernah bernegosiasi. Ia berjalan perlahan, pasti, dan tak bisa ditawar. Dari tubuh yang dulu dibanggakan, kini tersisa jejak cerita, keriput pengalaman, dan kekuatan yang menurun. Di sanalah manusia seharusnya belajar: tidak ada yang benar-benar abadi di dunia ini. Allah Subhanahu wa Ta’ala tel...

Sabar Dalam Ketaatan

Gambar
  Sabar Dalam Jalan Pilihan Dalam perjalanan iman, sabar sering dipahami sebatas kemampuan menahan diri saat tertimpa musibah. Padahal, sabar memiliki spektrum makna yang lebih luas dan lebih dalam. Ia bukan hanya reaksi atas keterpaksaan, tetapi juga pilihan sadar dalam ketaatan. Dari sinilah kualitas iman diuji, dibentuk, dan ditinggikan derajatnya di sisi Allah. Ibnul Qayyim rahimahullah pernah menyingkap satu hakikat penting tentang sabar yang kerap luput dari perenungan kita. Beliau berkata, “Sabar dalam ketaatan lebih tinggi derajatnya daripada sabar atas musibah. Sebab, sabar dalam ketaatan merupakan pilihan, sedangkan sabar karena musibah adalah keharusan.” Ungkapan ini bukan sekadar kalimat hikmah, tetapi peta batin yang menuntun seorang mukmin memahami kualitas amalnya sendiri. Sabar atas musibah, betapapun beratnya, pada hakikatnya adalah kondisi yang tidak bisa dihindari. Ketika kehilangan, sakit, atau ditimpa kesempitan, manusia tidak memiliki opsi untuk menolaknya. Ia...

Perut Buncit

Dulu saya kira perut buncit cuma soal penampilan. Selama kerja masih kuat dan ibadah masih jalan, saya anggap aman. Ternyata saya salah besar. Perut buncit itu bukan lemak biasa. Itu lemak visceral yang pelan pelan merusak hormon pria. Testosteron turun tanpa terasa. Energi hilang. Otot menyusut. Emosi gampang naik. Libido ikut turun. Banyak pria 40 plus merasa capek, ngantuk, malas, cepat tersinggung. Disangka faktor umur. Padahal hormon sedang jatuh. Yang lebih bahaya, kerusakan ini datang diam diam. Tidak sakit. Tidak terasa. Tahu tahu tubuh tidak lagi kuat seperti dulu. Ini bukan soal gagah. Ini soal bertahan sehat di usia produktif. Agar tetap kuat bekerja. Tetap khusyuk beribadah. Tetap bisa jadi sandaran keluarga. Kalau perut sudah bicara, jangan pura pura tidak dengar. Tubuh tidak pernah bohong.

Minat Etnis Tionghoa Terhadap Dunia Bisnis

 Menteri Badan Usaha Milik Negara periode 2011–2014, Dahlan Iskan, berpandangan bahwa minat terhadap dunia bisnis terbentuk melalui proses penularan, bukan semata-mata ditentukan oleh faktor bakat. Ia mencontohkan sebagian kalangan etnis Tionghoa yang cenderung memiliki ketertarikan lebih besar pada kegiatan bisnis karena sejak usia dini telah terpapar aktivitas usaha dalam lingkungan keluarga. Paparan tersebut secara tidak langsung membentuk pola pikir dan minat berwirausaha. Sejalan dengan pandangan tersebut, Dahlan mengimbau kepada seseorang yang ingin terjun ke dunia bisnis namun merasa tidak memiliki bakat atau keterampilan maka bisa memulai dengan mencari dan berada dalam lingkungan yang tepat. Ia meyakini, berada di lingkungan yang berorientasi pada kegiatan bisnis akan secara bertahap menumbuhkan ketertarikan serta pemahaman seseorang terhadap dunia usaha. #DahlanIskan #DuniaBisnis

Prostat

 Pilihan Baru Oleh: Dahlan Iskan Kamis 08-01-2026 (dr Edwin Ongkoraharjo (kiri) bersama Soedomo Mergonoto (tengah). Perlombaan memiliki alat terbaru terus berlangsung. Pesertanya: rumah-rumah sakit. Lomba itu kini masuk ke bidang penyakit laki-laki: prostat. Nama alat terbaru itu: Rezum. Buatan Amerika. Begitu barunya belum sampai lima rumah sakit yang memilikinya. Di belahan timur Indonesia baru ada satu. Di Surabaya. Di RS Adi Husada –yang tahun depan genap 100 tahun umurnya. Tentu sebentar lagi akan banyak rumah sakit yang berlomba memilikinya. Begitu banyak laki-laki yang risau dengan prostat. Ditambah: persaingan antar rumah sakit begitu kerasnya. Saling tidak mau kalah. Membeli alat terbaru sudah seperti senjata untuk menang. Ingin punya terbaru. Termodern. Ingin menjadi ''yang pertama'' memiliki alat baru apa saja. Tentu itu baik bagi masyarakat –yang mampu membayar ongkosnya. Setidaknya pilihan pun bertambah. Penderita prostat dulu hanya punya tiga pilihan: minu...