Sabar Dalam Jalan Pilihan Dalam perjalanan iman, sabar sering dipahami sebatas kemampuan menahan diri saat tertimpa musibah. Padahal, sabar memiliki spektrum makna yang lebih luas dan lebih dalam. Ia bukan hanya reaksi atas keterpaksaan, tetapi juga pilihan sadar dalam ketaatan. Dari sinilah kualitas iman diuji, dibentuk, dan ditinggikan derajatnya di sisi Allah. Ibnul Qayyim rahimahullah pernah menyingkap satu hakikat penting tentang sabar yang kerap luput dari perenungan kita. Beliau berkata, “Sabar dalam ketaatan lebih tinggi derajatnya daripada sabar atas musibah. Sebab, sabar dalam ketaatan merupakan pilihan, sedangkan sabar karena musibah adalah keharusan.” Ungkapan ini bukan sekadar kalimat hikmah, tetapi peta batin yang menuntun seorang mukmin memahami kualitas amalnya sendiri. Sabar atas musibah, betapapun beratnya, pada hakikatnya adalah kondisi yang tidak bisa dihindari. Ketika kehilangan, sakit, atau ditimpa kesempitan, manusia tidak memiliki opsi untuk menolaknya. Ia...