Mengetahui Karakteristik Manusia Lewat Wajah
Imam be Fakhruddin ar-Razi, sang penafsir Al-Qur’an legendaris, tulis buku Kitab Firasat, bukan soal tafsir, bukan soal fiqih, tapi soal cara membaca karakter manusia dari wajah, suara, bahkan cara tertawanya, jauh sebelum Cardano atau ilmuwan Barat bicara soal fisiognomi dia sudah bahas ini secara sistematis.
ini bukan sekadar tebak sifat tapi observasi, logika, dan pengalaman, pertanyaannya: kenapa kita baru tahu sekarang?
.
Dalam bukunya Imam Ar-Razi bilang orang berbibir tebal cenderung tamak, yang berhidung mancung punya kecenderungan sombong, yang suara nyaring tapi napas pendek hati-hati dia emosional dan impulsif, kontroversial pasti.
metodenya: observasi berulang, pola perilaku, dan analisis logis, bukan mistik, bukan ramalan, tapi ilmu.
.
Imam Ar-Razi bedakan dua jenis firasat: yang pertama intuisi tiba-tiba dia tolak ini katanya ini bisa salah bisa syubhat, yang kedua firasat berbasis tanda fisik dan pola perilaku ini yang dia dukung,
tubuh manusia itu seperti buku terbuka tinggal tahu cara membacanya, tapi dia juga ingatkan jangan jadikan ini alat penghakiman tapi alat pengenalan, bedakan dengan hati-hati.
.
Kritiknya ada, banyak yang bilang ini subjektif, ini stereotip, ini bisa jadi diskriminasi, dan benar kalau dipakai untuk menghakimi ini berbahaya.
tapi kalau dipakai untuk memahami, untuk waspada, untuk berinteraksi lebih cerdas ini bisa jadi senjata, HRD, psikolog, bahkan kamu yang lagi cari jodoh bisa pakai ini untuk membaca red flag, asal ingat ini bukan kebenaran mutlak tapi alat.
.
Jadi mau langsung menilai orang dari wajahnya, tunggu, baca dulu Kitab Firasat, bukan untuk jadi ahli tebak sifat tapi untuk paham tubuh kita bicara dan orang yang paham bahasanya dia punya keunggulan,
di dunia penuh topeng, firasat bisa jadi kacamata, tapi ingat yang melihat tetap harus bijak karena bukan cuma wajah yang perlu dibaca tapi hati, dan itu tak tertulis di tulang pipi.
Komentar
Posting Komentar