Simfoni, Semesta Bertasbih
*Bertasbih* Al-Qur’an berkali-kali mengatakan bahwa seluruh makhluk “bertasbih” kepada Allah: > تُسَبِّحُ لَهُ السَّمَاوَاتُ السَّبْعُ وَالْأَرْضُ وَمَنْ فِيهِنَّ > “Langit yang tujuh, bumi, dan siapa pun di dalamnya bertasbih kepada-Nya.” (QS Al-Isra’ 17:44) Masalahnya, banyak orang langsung membayangkan tasbih seperti manusia: makhluk lain dianggap sedang mengucapkan “Subhanallah” dengan bahasa verbal. Padahal akar kata Arabnya jauh lebih luas. Kata dasar tasbih adalah: ## س ب ح (*s-b-ḥ*) Makna asalnya: * berenang * meluncur * bergerak teratur * bergerak pada lintasan Karena itu Al-Qur’an memakai akar yang sama untuk benda langit: > كُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ > “Masing-masing berenang pada orbitnya.” (QS Yasin 36:40) Planet tidak mengucapkan zikir verbal. Tetapi mereka “yasbahun” — bergerak harmonis dalam hukum kosmik. Di sinilah tasbih menjadi sangat logis secara sains. Tasbih bukan harus suara lisan. Tasbih adalah: > keberadaan yang berjalan sesuai keteraturan...