Ibnu Sina memandang manusia bukan sekadar mesin biologis yang bisa diperbaiki dengan obat. Ia melihat ada tiga lapisan jiwa yang bekerja bersama, dari yang paling dasar menumbuhkan rambutmu hingga yang paling tinggi membuatmu bertanya tentang makna hidup. . Dalam bukunya, ia menceritakan seorang pemuda yang jantungnya berdebar kencang dan tubuhnya lemah bukan karena penyakit fisik, melainkan karena rindu. Ibnu Sina tidak memberinya resep obat, ia justru menyarankan sang pemuda untuk menikahi wanita yang dicintainya, dan ia sembuh. . Ibnu Sina membagi emosi menjadi empat gerakan jiwa, bukan sekadar reaksi kimiawi. Ada gerakan keluar seperti amarah dan kegembiraan, ada gerakan masuk seperti ketakutan dan kesedihan. Ia percaya emosi yang tersimpan tak tertata akan merusak keseimbangan tubuh dari dalam. . Yang membuat pemikirannya berbeda adalah cara ia menyatukan yang fisik dan spiritual. Musik, doa, dzikir, dan tidur yang cukup bukan sekadar pelengkap, melainkan b...