Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2026

Anthony Gordon Dan Media Sosial

Gambar
  GORDON SEPERTINYA BERASAL DARI ERA LAIN🧐  Anthony Gordon menarik perhatian bukan hanya karena penampilannya di lapangan, tetapi juga karena pemikirannya tentang masyarakat modern.  Pesepak bola asal Inggris itu mengatakan bahwa ia merasa terhubung dengan era lain dan menjelaskan: "Saya merasa memiliki jiwa yang jauh lebih tua daripada usia saya, seolah-olah saya berasal dari masa lalu”. Sejalan dengan itu, ia mengakui bahwa kepribadiannya akan lebih cocok di era 1990-an: "Menurut saya, kepribadian saya lebih cocok dengan era 1990-an. Saat ini, semua orang terobsesi dengan media sosial, semuanya telah menjadi materialistis, dan romantisme nyaris tidak ada". Gordon juga mempertanyakan dampak yang menurutnya ditimbulkan media sosial terhadap masyarakat dalam beberapa tahun terakhir. "Sejak munculnya media sosial sekitar tahun 2010, saya rasa dunia mulai bergerak ke arah yang salah", ujarnya. Komentarnya mendapat respons dari sejumlah penggemar, terutama mereka ...

Sehat dan Hidup Lebih Bermakna

Gambar
  Kalimat ini mungkin sudah kita dengar berkali-kali, “Hati yang gembira adalah obat”. Hari ini, sains mulai memahami bagaimana pikiran dan tubuh ternyata saling terhubung. Menariknya, ilmu kedokteran modern juga semakin memahami bahwa kondisi pikiran dan tubuh tidak berdiri sendiri. Ketika kita mengalami stres berkepanjangan, tubuh dapat merespons melalui berbagai jalur biologis, termasuk sistem saraf, hormon stres, sistem imun, dan proses inflamasi. Sebaliknya, berbagai penelitian menemukan bahwa psychological well-being seperti rasa optimis, kepuasan hidup, emosi positif, dan rasa memiliki tujuan hidup berkaitan dengan kesehatan fisik yang lebih baik. Hubungan ini bukan berarti: “Kalau bahagia, semua penyakit akan sembuh.” Bukan begitu. Namun, kesehatan mental dan kesehatan fisik memang saling berhubungan. Orang yang memiliki kesejahteraan psikologis yang baik juga cenderung memiliki perilaku yang lebih sehat, seperti tidur yang lebih baik, lebih aktif secara fisik, dan lebih ma...

Kesedihan Yang Mengarahkan Pada Seeuatu

Gambar
  Kita hidup di zaman yang seolah mengajarkan bahwa setiap kesedihan harus segera disingkirkan. Ketika hati terluka, kita mencari hiburan. Ketika kehilangan, kita berusaha melupakan. Ketika kecewa, kita memaksa diri untuk segera kembali tersenyum. Padahal tidak semua kesedihan datang untuk menghancurkan kita. Sebagian kesedihan datang untuk menghentikan kita sejenak. Al-Ghazali dalam Ihya’ ‘Ulum al-Din membahas keadaan-keadaan batin manusia bukan sekadar sebagai emosi yang harus dituruti atau dihilangkan, tetapi sebagai sesuatu yang perlu dikenali arahnya. Dalam perjalanan spiritual, rasa takut, sedih, harap, dan cinta dapat menjadi dorongan yang mengarahkan manusia kepada Allah apabila ditempatkan dengan benar. Karena itu, kesedihan tidak selalu menjadi musuh. Ada kesedihan yang membuat seseorang sadar bahwa selama ini ia terlalu menggantungkan kebahagiaannya kepada manusia. Ada kesedihan yang membuat seseorang berhenti mengejar sesuatu yang sebenarnya sedang menghancurkan dirinya...

Tujuan UPA

Gambar
  🦚UPA: TEMPAT JIWA DITEMPA UNTUK MEMIKUL DAKWAH🍁 Lalu untuk apakah sebenarnya kita datang ke UPA? Apakah agar pekan demi pekan ada pertemuan yang terlaksana? Apakah agar materi demi materi selesai disampaikan? Apakah agar daftar hadir tetap penuh, struktur pembinaan berjalan, dan setiap orang tetap berada dalam lingkarannya? Semua itu penting. Tetapi bukan itu tujuan akhirnya. UPA bukan tujuan. UPA adalah madrasah. Dan keberhasilan sebuah madrasah tidak diukur dari berapa lama murid duduk di dalam kelasnya, tetapi dari manusia seperti apa yang keluar darinya. Maka pertanyaan besar UPA bukan: “Berapa banyak materi yang telah kita selesaikan?” Tetapi: “Apa yang telah berubah dalam diri kita?” Setelah sekian lama ditarbiyah, apakah kita semakin mengenal Allah? Apakah shalat semakin hidup? Apakah Al-Qur'an semakin dirindukan? Apakah dosa semakin menakutkan? Apakah hati semakin mudah tersentuh? Apakah ego semakin mudah ditundukkan? Apakah lisan semakin terjaga? Apakah kita semakin mu...